Main Menu

Depan
FPI Palembang Akan Bertahan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 07 June 2008 05:40

SUMEKS.CO.ID – Derasnya aksi berbagai pihak untuk membubarkan organisasi masyarakat (ormas) Islam, Front Pembela Islam (FPI), membuat FPI Palembang mengambil pernyataan sikap. Para anggota FPI Palembang memilih akan mempertahankan FPI dan menuntut dalam waktu 2x24 jam kepada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah.
“Kami menuntut Ahmadiyah dibubarkan dalam 2x24 jam. Dan kami mendukung sepenuhnya terhadap FPI Pusat,” ujar Pimpinan Majelis Al Hidayah Sumatera Selatan, Herman MS yang menjadi juru bicara FPI Palembang kemarin di markas FPI Palembang bertempat di Jl Kadir TKR, Lrg Sailun, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus.
Ia juga tetap mendukung Keberadaan FPI di Indonesia. “Kami akan berjuang untuk membela agama Islam di seluruh wilayah Sumsel khususnya kota Palembang,” tegas Herman

Saat ini juga pemerintah menyikapi insiden monas tersebut dengan fakta-fakta yang tidak jelas. Karena itu ia mengharapkan bahwa pemerintah bersikap bijaksana dalam menyikapinya.
Bagaimana kalau pemerintah tetap membuabarkan FPI? Ia menegaskan siapa pun yang akan membubarkan FPI harus berhadapan dengan laskar-laskar FPI. “Kami tidak ingin berbuat anarkis. Tetapi jika kami diganggu kami akan mempertahankan diri,” tegasnya seraya mengatakan timbulnya kekerasan FPI di Monas disebabkan karena salah satu anggota AKBB hendak mencabut senjatanya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk membubarkan suatu organisasi tidak bisa dengan cara mudah saja oleh pemerintah. Melainkan harus melalui pengadilan dan itu jika terbukti memang salah. “FPI bubar atau tidak itu urusan penadilan, dan yang perlu dibubarkan adalah Ahmadiyah,” teriaknya dengan lantang.
Herman juga mengajak kepada tokoh agama dan pemuka masyarakat di Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang untuk janga sampai terprovokasi terhadap pernyataan-pernyataan yang dapat memecah belah Islam.
“Jangan sampai umat Islam terpecah belah hanya karena segelintir pihak yang memanfaatkan momentum yang merugikan ini,” ujarnya yang langsung diikuti seruan “Allahu Akbar” beberapa kali dari para pengikutnya

Last Updated ( Saturday, 07 June 2008 05:50 )